Tautan

Data Kunjungan

638777
Hari iniHari ini10
Minggu iniMinggu ini189
Bulan iniBulan ini1645
TotalTotal638777

ABSTRAK

 

ENDRI BAGIYANTI,  Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematikapada Pokok  Bahasan Bangun Ruang Dengan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe “Student Teams Achievement Division” (STAD) Siswa Kelas IX-6   SMP Negeri 80 Jakarta Semester Ganjil  Tahun Pelajaran 2012/2013.

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada pokok bahasan Bangun Ruang siswa kelas IX-6 SMP Negeri 80 Jakarta semester ganjil tahun pelajaran 2012/2013. Adapun metode pembelajaran yang dipilih dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran adalah Metode pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD), yang menekankan proses dimana siswa didorong untuk aktif menemukan sendiri pengetahuannya melalui bimbingan guru. Sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang berusaha mengkaji, mengamati dan melakukan refleksi suatu model pembelajaran dengan tujuan meningkatkan kualitas suatu pembelajaran baik proses maupun hasil belajar.

Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, tes, analisis dan refleksi. Instrumen yang dipergunakan adalah instrument pembelajaran dan instrumen pengumpul data. Instrumen pembelajaran berupa RPP, Bahan Ajar dan LKS, sedangkan instrumen pengumpul data berupa instrumen tes dan instrumen non tes yang berupa angket dan lembar observasi.

Setelah mengikuti proses pembelajaran Matematika dengan menggunakan Metode STAD selama dua siklus, hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang sangat signifikan. Hal ini dapat ditunjukkan dengan hasil tes yaitu nilai rata-rata pada pra siklus 55,11, meningkat tajam menjadi 75,05 pada siklus I, kemudian meningkat lagi pada siklus II yaitu mencapai 78,30. Apabila dibandingkan antara nilai rata-rata pada pra siklus dengan akhir siklus II maka nilai rata-rata mengalami peningkatan sebesar 42%. Tingkat ketuntasannya (dengan KKM 75) juga menunjukkan hal yang serupa yaitu pada pra siklus pada mulanya hanya 29,73%, kemudian melonjak cukup dramatis menjadi 72,97% pada siklus I dan terus naik menjadi 86,49% pada akhir siklus II. Dengan demikian penggunaan metode STAD tingkat ketuntasannya meningkat sebesar 191% dibanding dengan menggunakan metode konvensional yang digunakan pada pra siklus atau sebelum penelitian dilakukan.

Demikian pula dengan aktivitas maupun semangat siswa dalam proses pembelajaran yang terus meningkat. Siswa sangat antusias belajar. Aktifitas ini terlihat dari pengamatan pada saat diskusi kelompok berlangsung, hampir semua siswa berani bertanya maupun berpendapat. Hal ini berdampak pada saat presentasi, siswa yang semula malas presentasi, menjadi bersemangat untuk bisa menunjukkan hasil pekerjaannya. Siswa yang semula tidak menyukai matematika dan sulit berkonsentrasi, menjadi bergahirah dan mulai menyukai pelajaran matematika. Hal ini dipertegas dengan hasil dari kuesioner tentang aktivitas siswa pada sikus I yang menunjukkan bahwa kerjasama dan partisipasi dalam diskusi kelompok, antusiasme, bertanya/berpendapat, ketepatan menyelesaikan tugas, dan presentasi rata-rata 72%. Aktivitas siswa tersebut meningkat rata-rata menjadi 82%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika dengan menggunakan metode kooperatif tipe STAD tidak saja dapat meningkatkan kualitas dan hasil belajar siswa tetapi juga mampu meningkatkan aktivitas, kerjasama, antusiasme, serta keberanian mengemukakan pendapat. 

(Dipublikasikan pada jurnal pendidikan" Wahana Pendidikan" edisi 4 tahun 2012)