Tautan

Data Kunjungan

625557
Hari iniHari ini2
Minggu iniMinggu ini528
Bulan iniBulan ini2373
TotalTotal625557

MENINGKATKAN MOTIVASI BERBICARA BAHASA INGGRIS MELALUI BERMAIN PERAN

Abstrak

ROTUA PARDOSI, Meningkatan Motivasi Berbicara Bahasa Inggris Melalui Bermain Peran

Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan motivasi berbicara bahasa Inggris siswa kelas VII-4 Sekolah Menengah Pertama Negeri 80 Jakarta melalui metode bermain peran  Penelitian dilakukan dengan dua siklus yang terdiri dari tiga kali pertemuan dalam satu siklus, setiap siklus terdiri dari: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.

Indikator-indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah terjadinya diskusi, tanya jawab, interaksi pada siswa yang ditandai dengan tidak ada siswa yang bercanda dan pasif dalam kelompok, siswa sudah menguasai kosa kata yang berhubungan dengan topik pelajaran dan siswa dapat memainkan peran. Indikator-indikator ini dalam siklus 1 belum tercapai, tetapi di siklus 2 indikator-indikator itu dapat tercapai. Dari hasil kuesioner motivasi berbicara bahasa Inggris terlihat adanya peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2, yaitu pada rentang nilai 11-- 16 oleh 18 siswa (51,43%) menjadi 27 siswa (77,14%), sedangkan  pada rentang nilai 6–10 terjadi penurunan yaitu  oleh 15 siswa  menjadi 8 siswa. Dari hasil observasi motivasi berbicara siswa terjadi peningkatan dari 67,40 % menjadi 82,10%.  Dari hasil  catatan  guru dan observer pada siklus 2 tidak ada lagi siswa yang bercanda dan pasif, siswa sudah menguasai kosa kata yang berhubungan dengan topik pelajaran. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan metode bermain peran dapat meningkatkan motivasi berbicara bahasa Inggris  pada siswa kelas VII-4 SMP Negeri 80 Jakarta..

Kata kunci:  Motivasi, Berbicara,Metode Bermain Peran.

 

 

MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR IPA MELALUI PENDEKATAN COOPERATIVE TEHNIK THINK-PAIR-SQUARE PADA SISWA KELAS IX SMPN 80 JAKARTA

ABSTRAK

YESSY HARYANI. Meningkatkan Aktivitas Belajar IPA melalui Pendekatan Cooperative Tehnik Think-Pair-Square pada Siswa Kelas IX SMPN 80 Jakarta. Laporan Penelitian Tindakan kelas. Jakarta: kerjasama MGMP IPA Jakarta Timur dengan Lembaga Penelitian UNJ, 2009

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas IX SMP Negeri 80 Jakarta melalui pendekatan cooperative learning dengan tehnik think-pair-square. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan hasil penelitian dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan tehnik persentase. Penelitian tindakan kelas ini melalui dua siklus dan setiap siklusnya  melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.

Peneliti mendeskripsikan data melalui hasil pengamatan teman sejawat, penilaian siswa terhadap proses pembelajaran, hasil wawancara teman sejawat dan penilaian hasil diskusi kelompok. Indikator keberhasilan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah meningkatnya aktivitas belajar siswa, terbentuknya kelompok belajar yang menyenangkan, terjadinya interaksi antara siswa dengan siswa serta siswa dengan guru, dan meningkatnya pemahaman siswa terhadap konsep-konsep IPA.

Indikator keberhasilan dari hasil proses pembelajaran pada siklus satu belum sepenuhnya tercapai. Pada siklus kedua  dilakukan beberapa perbaikan dan didapatkan peningkatan aktivitas belajar siswa dari rata-rata skor 61,98% menjadi 67%. Melalui skor kuesioner didapatkan peningkatan siswa yang menilai dirinya memiliki aktivitas tinggi dalam proses pembelajaran yaitu dari 36,11% menjadi 40%. Peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep pembelajaran IPA yaitu dari rata-rata nilai 71 menjadi 74.

Dari hasil penelitian maka diperoleh kesimpulkan sebagai berikut: pembelajaran dengan melalui pendekatan kooperative tehnik think-pair-square dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, dapat terbentuknya kelompok belajar yang menyenangkan, terjadinya interaksi antara siswa dengan siswa dan siswa dengan guru dan meningkatnya pemahaman siswa terhadap konsep-konsep IPA.

Kata Kunci : Aktivitas Belajar, Cooperatif, Think-Pair-Square.

 

 

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN BANGUN RUANG DENGAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE “STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION” (STAD) SISWA KELAS IX-6 SMP NEGERI 80 JAKARTA SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2012/2013.

ABSTRAK

 

ENDRI BAGIYANTI,  Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematikapada Pokok  Bahasan Bangun Ruang Dengan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe “Student Teams Achievement Division” (STAD) Siswa Kelas IX-6   SMP Negeri 80 Jakarta Semester Ganjil  Tahun Pelajaran 2012/2013.

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada pokok bahasan Bangun Ruang siswa kelas IX-6 SMP Negeri 80 Jakarta semester ganjil tahun pelajaran 2012/2013. Adapun metode pembelajaran yang dipilih dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran adalah Metode pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD), yang menekankan proses dimana siswa didorong untuk aktif menemukan sendiri pengetahuannya melalui bimbingan guru. Sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang berusaha mengkaji, mengamati dan melakukan refleksi suatu model pembelajaran dengan tujuan meningkatkan kualitas suatu pembelajaran baik proses maupun hasil belajar.

Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, tes, analisis dan refleksi. Instrumen yang dipergunakan adalah instrument pembelajaran dan instrumen pengumpul data. Instrumen pembelajaran berupa RPP, Bahan Ajar dan LKS, sedangkan instrumen pengumpul data berupa instrumen tes dan instrumen non tes yang berupa angket dan lembar observasi.

Setelah mengikuti proses pembelajaran Matematika dengan menggunakan Metode STAD selama dua siklus, hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang sangat signifikan. Hal ini dapat ditunjukkan dengan hasil tes yaitu nilai rata-rata pada pra siklus 55,11, meningkat tajam menjadi 75,05 pada siklus I, kemudian meningkat lagi pada siklus II yaitu mencapai 78,30. Apabila dibandingkan antara nilai rata-rata pada pra siklus dengan akhir siklus II maka nilai rata-rata mengalami peningkatan sebesar 42%. Tingkat ketuntasannya (dengan KKM 75) juga menunjukkan hal yang serupa yaitu pada pra siklus pada mulanya hanya 29,73%, kemudian melonjak cukup dramatis menjadi 72,97% pada siklus I dan terus naik menjadi 86,49% pada akhir siklus II. Dengan demikian penggunaan metode STAD tingkat ketuntasannya meningkat sebesar 191% dibanding dengan menggunakan metode konvensional yang digunakan pada pra siklus atau sebelum penelitian dilakukan.

Demikian pula dengan aktivitas maupun semangat siswa dalam proses pembelajaran yang terus meningkat. Siswa sangat antusias belajar. Aktifitas ini terlihat dari pengamatan pada saat diskusi kelompok berlangsung, hampir semua siswa berani bertanya maupun berpendapat. Hal ini berdampak pada saat presentasi, siswa yang semula malas presentasi, menjadi bersemangat untuk bisa menunjukkan hasil pekerjaannya. Siswa yang semula tidak menyukai matematika dan sulit berkonsentrasi, menjadi bergahirah dan mulai menyukai pelajaran matematika. Hal ini dipertegas dengan hasil dari kuesioner tentang aktivitas siswa pada sikus I yang menunjukkan bahwa kerjasama dan partisipasi dalam diskusi kelompok, antusiasme, bertanya/berpendapat, ketepatan menyelesaikan tugas, dan presentasi rata-rata 72%. Aktivitas siswa tersebut meningkat rata-rata menjadi 82%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika dengan menggunakan metode kooperatif tipe STAD tidak saja dapat meningkatkan kualitas dan hasil belajar siswa tetapi juga mampu meningkatkan aktivitas, kerjasama, antusiasme, serta keberanian mengemukakan pendapat. 

(Dipublikasikan pada jurnal pendidikan" Wahana Pendidikan" edisi 4 tahun 2012)